poker online
LIVEPerbedaan lambang dan figur pada kartu remi berawal dari susunan yang mudah dibaca: lambang membagi kartu ke dalam kelompok, sedangkan angka dan figur menandai jenis kartu di dalam tiap kelompok. Satu dek yang dikenal sekarang terdiri dari empat suit—sekop, hati, wajik, dan keriting—dengan 13 kartu pada masing-masing suit, dari As hingga King.[1]
Empat lambang, dua belas kartu figur
Dalam setiap suit, kartu bernomor berdampingan dengan tiga figur: Jack, Queen, dan King. Jadi, ketika sebuah kartu menampilkan lambang hati atau sekop sekaligus figur tertentu, kedua unsur itu menyampaikan informasi yang berbeda: suit menunjukkan kelompoknya, sementara figur menunjukkan peringkat kartunya.[1]
Susunan ini memberi gambar pada kartu tugas yang praktis sekaligus khas. Lambang membantu membedakan satu kelompok dari kelompok lain; figur membedakan tiga kartu istana dari kartu bernomor. Namun, riwayat yang tercatat di sini tidak menetapkan alasan awal pemilihan sekop, hati, wajik, dan keriting. Karena itu, lebih aman membacanya sebagai bagian dari sistem visual kartu daripada memberi setiap lambang makna sejarah tertentu tanpa dasar.[1]
Jejak kartu berubah seiring waktu
Asal-usul kartu permainan belum diketahui dengan pasti. Ada dugaan embrionya berasal dari Cina atau Hindustan sekitar tahun 800, tetapi jalur kedatangannya ke Eropa juga samar. Kartu permainan muncul di Italia pada akhir 1200-an, lalu menyebar ke Jerman, Prancis, dan Spanyol.[1]
Salah satu bentuk awal Eropa yang disebut dalam catatan sejarah ialah tarot atau tarrochi. Dek tarot tertua yang disebut berasal dari Lombardy pada 1470, berisi 50 kartu dalam lima kelompok; gambarnya memuat tema alegori dan mitologi. Tarot Venesia kemudian berjumlah 78 kartu, termasuk il matto, kartu yang diduga menjadi cikal bakal Joker modern.[1]
Perjalanan itu menunjukkan bahwa bentuk kartu tidak selalu sama dengan dek 52 kartu yang akrab sekarang. Ada dek dengan jumlah dan kelompok berbeda, serta kartu tambahan dengan figur tersendiri. Dua Joker—satu merah dan satu hitam—biasanya menjadi tambahan pada satu pak kartu remi dan jarang dipakai dalam permainan.[1]
Dari lukisan tangan ke produksi yang lebih luas
Perubahan desain juga berkaitan dengan cara kartu dibuat. Ketika kartu masih dikerjakan dengan tangan dan gambarnya dilukis, harganya mahal sehingga lebih terbatas dinikmati kalangan bangsawan atau borjuis. Teknik cetak kayu membuat kartu menjangkau masyarakat lebih luas, sementara teknik cetak dengan plat tembaga mendorong peningkatan produksi.[1]
Dengan melihat susunan dan sejarahnya, kartu remi tampak bukan sekadar kumpulan gambar yang kebetulan berbeda. Empat lambang dan deretan figur membentuk tata visual yang membantu kartu dikenali, sementara jejak tarot dan perubahan teknik cetak memperlihatkan bahwa bentuk kartu pernah beragam dan berkembang. Keakraban dek modern justru menyamarkan perjalanan panjang di balik gambar-gambar kecil itu.[1]
Sumber
- [1] Wikipedia bahasa Indonesia — Kartu remi. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=28731149&title=Kartu_remi (diakses 2026-10-03).